Rabu, 27 Mei 2009

Kandidiasis pada mulut

PEMBAHASAN


A. Medis
1. Pengertian
Kandidiasis pada mulut merupakan Infeksi jamur kandida yang diketahui dari ditemukannya plak-plak (noda-noda) ataupun lapisan berwarna putih yang mudah dibersihkan yang didapati pada dinding bagian dalam mulut, langit-langit, dan kerongkongan. Selain daripada itu, pada beberapa penderita sering mengalami retak-retak dan nyeri pada kulit di sudut mulut (angular cheilitis).
Jamur ini biasa menyebabkan penyakit pada mulut, tenggorokan dan vagina. Infeksi oportunistik ini dapat terjadi beberapa bulan atau tahun sebelum infeksi oportunistik lain yang lebih berat.
Pada mulut, penyakit ini disebut thrush. Bila infeksi menyebar lebih dalam pada tenggorokan, penyakit yang timbul disebut esofagitis. Gejalanya adalah gumpalan putih kecil seperti busa, atau bintik merah. Penyakit ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan, sulit menelan, mual, dan hilang nafsu makan.
Kandidiasis merupakan penyakit jamur teratas di antara penyakit jamur lainnya hingga saat ini. Penyebab utama infeksi ini umumnya adalah Candida albicans (C. albicans). Jamur ini dapat menginfeksi semua organ tubuh manusia, dapat ditemukan pada semua golongan umur, baik pria maupun wanita. Jamur ini dikenal sebagai organisme komensal di saluran pencernaan dan mukokutan, sering ditemukan di kotoran dibawah kuku orang normal. Jamur ini juga dikenal sebagai jamur oportunis.
Kandidiasis merupakan penyakit jamur teratas di antara penyakit jamur lainnya hingga saat ini. Jamur ini dikenal sebagai organisme komensal di saluran pencernaan dan mukokutan.

2. Etiologi
Penyebab utama infeksi ini umumnya adalah Candida albicans (C. albicans).
3. Patofisiologi
Menempelnya mikroorganisme dalam jaringan sel pejamu menjadi syarat mutlak untuk berkembangnya infeksi. Secara umum diketahui bahwa interaksi antara mikroorganisme dan sel pejamu diperantarai oleh komponen spesifik dari dinding sel mikroorganisme, adhesin dan reseptor. Setelah terjadi proses penempelan, C. Albicans berpenetrasi ke dalam sel epitel mukosa. Dalam hal ini enzim yang berperan adalah aminopeptidase dan asam fosfatase.
Pada keadaan xerostomia, produksi saliva yang berkurang akan selalu diikuti perubahan dalam komposisi saliva, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas saliva. Hal inilah yang kemudian menyebabkan fungsi-fungsi saliva dalam mempertahankan kondisi yang konstan dalam rongga mulut menjadi tidak efektif. Ketidakefektifan fungsi saliva mengakibatkan rongga mulut menjadi rentan sekali terkena berbagai macam infeksi, termasuk kandidiais.Diantara berbagai tipe kandidiais mulut, xerostomia lebih banyak berpengaruh dalam menimbulkan chronic atrophic candidiasis.
4. Tanda dan gejala
a. Tanda
1) Retak-retak dan nyeri pada kulit di sudut mulut
2) hygiene oral yang jelek (gingivitis, karies gigi dan gigi palsu)
3) malnutrisi
4) membrana mukosa atrofi
5) infeksi (jamur, bakterial, virus, aphthous ulcer)
b. Gejala
1) gumpalan putih kecil seperti busa
2) bintik merah
3) sakit tenggorokan
4) sulit menelan
5) mual, dan hilang nafsu makan
6) rasa nyeri bila tersentuh pada makanan
7) infeksi pada mulut (thrush) merupakan bercak keputihan yang terasa sakit
8) bila bercak timbul di kerongkongan akan menimbulkan gangguan mengunyah atau gangguan makan
5. Penatalaksanaan medis
Bila timbul kandidiasis pada mulut, bisa diberikan anti-jamur lokal atau flukonazol peroral.
Heksetidin : Untuk infeksi ringan pada mulut dan tenggorokan, misalnya radang gusi, radang sekitar gigi, sariawan, radang selaput lendir mulut, radang tenggorokan dan radang amandel.
6. Prognosa
Kandidiasis yang sudah menyebar ke seluruh tubuh, biasanya berat, progresif dan berakibat fatal.















BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN KANDIDIASIS PENCERNAAN


A. Pengkajian
1. Riwayat Kesehatan
a) Memar dan rutinitas flossing
b) Frekuensi kunjungan ke dokter gigi
c) Masukan makanan setiap hari
d) Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh makanan tertentu
e) Kesadaran akan adanya lesi atau area iritasi pada mulut, lidah atau tenggorokan
2. Pemeriksaan Fisik
a) Bibir
Dimulai dengan infeksi terhadap bibir untuk kelembaban, hidrasi, warna, tekstur, simetrisitas dan adnya ulserasi atau fisura.
b) Gusi
Didinspeksi terhadap inflamasi, perdarahan, retraksi dan perubahan warna. Bau napas juga di catat, palatan keras dikaji terahadap warna dan bentuk
c) Lidah
Lidah dorsal (punggung) diinspesi untuk tekstur, warna dan lesi. Papilla tipis, lapisan putih dan besar berbentuk segi V pada bagian distal dorsal lidah adalah temuan normal.

B. Diagnosa keperawatan
Berdasarkan data pengkajian, diagnosa utama dapat mencakup hal berikut:
1. Nyeri berhubungan dengan lesi oral atau pengobatan
Kemungkinan dibuktikan oleh :
a) Laporan nyeri, fokus pada diri sendiri.
b) Perilaku berhati-hati/distraksi, gelisah
c) Respon otonomik, misal perubahan tanda fital
Hasil yang diharapkan/criteria evaluasi yang diharapkan pasien akan :
a) Menyatakan nyeri hilang/ terkontrol
b) Menunjukan nyeri hilang, mampu tidur/ istirahat dengan tepat
c) Manunjukan penggunaan ketrampilan relaksasi dan kenyamanan umum sesuai indikasi situasi individu.
2. Perubahan membrane mukosa oral yang berhubungan dengan kondisi patologis, infeksi, atau trauma kimia atau mekanis (missal, obat, sakit akibat gigi palsu)
Kemungkinan dibuktikan oleh :
a) Salifva kental/banyak, penurunan produksi saliva
b) Lidah kering, pecah dan kotor, bibir inflamasi
c) Kesehatan gigi buruk
3. Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhgan tubuh yang berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna nutrient adekuat akibat kondisi oral atau gigi
Kemungkinan dibuktikan oleh :
a) Konjungtiva dan membran mukosa pucat turgor kulit/ tonus otot buruk
b) Ketidakseimbangan elektrolit

C. Intervensi keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan lesi oral atau pengobatan
Tindakan / intervesi Rasional
1. Kaji nyeri, catat lokasi, intensitas (skala 0-10)

2. Dorong pasien untuk masalah mendengarkan dengan aktif pada masalah ini, dan mamberi dukungan dengan penerimaan, mengingat pasien dan memberi informasi yang tepat 1. Membatu mengevaluasi derajat ketidaknyamanan dan keefektifan analgesik
2. Menurunkan ansietas / takut dapat meningkatkan relaksasi atau kenyamanan.
2. Perubahan membrane mukosa oral yang berhubungan dengan kondisi patologis, infeksi, atau trauma kimia atau mekanis (missal, obat, sakit akibat gigi palsu)
Tindakan / intervesi Rasional
1. Hisapan rongga oral secara perlahan / sering. Biarkan pasien melakukan penghisapan sendiri bila mungkin atau mengunakan kasa untuk mengalirkan sekresi.
2. Inspeksi rongga oral dan perhatikan perubahan pada :
a) Salifa




b) Lidah





c) Membran mukosa 1. Saliva mengandung enzim pencernaan yang mungkin bersifat erosive pada jaringan yang panjang karena pengaliran mungkin konstan, pasien dapat meningkatkan hygiene oral.


- Kerusakan pada kelenjar saliva dapat menurunkan produksi saliva, mengakibatkan mulut kering. Penumpukan saliva dapat terjadi karena penurunan kemampuan menelan.
- Pembedahan meliputi reseksi parsial dan lidah, palatum lunak dan faring. Pasien ini akan mengalami penurunan sensasi dan gerak lidah, dengan kesulitan menelan dan meningkatkan resiko aspirasi sekresi, serta potensial hemoragi.
- Mungkin sangat kering, ulserasi, eritma, edema




3. Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhgan tubuh yang berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna nutrient adekuat akibat kondisi oral atau gigi
Tindakan / intervesi Rasional
1. Memcatat berat badan pasien, usia dan tingkat aktfifitas.
2. Menghitung jumlah kalori harian

3. Menganjurkan perubahan dalam konsistensi makanan dan frekuensi makanan, berdasarkan kondisi penyakit dan pilihan pasien serta konsultasi dengan ahli diet bila perlu

1. Menetukan masukan nutrisi yang adekuat

2. Menentukan kuantitas pasti dari makanan dan cairan yang dimakan
3. membantu pasien mendapatkan dan mempertahankan berat badan dan tingkat energi yang diinginkan, untuk meningkatkan pertumbuhan penyembuhan jaringan
















BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Kandidiasis pada mulut merupakan Infeksi jamur kandida yang diketahui dari ditemukannya plak-plak (noda-noda) ataupun lapisan berwarna putih yang mudah dibersihkan yang didapati pada dinding bahagian dalam mulut, langit-langit, dan kerongkongan. Selain daripada itu, pada beberapa penderita sering mengalami retak-retak dan nyeri pada kulit di sudut mulut (angular cheilitis).

B. Saran
Setelah penulis menyelesaikan makalah ini, saran yang dapat penulis sampaikan kepada pembaca adalah:
1. Biasakan hidup sehat sedini mungkin.
2. Segeralah memeriksakan diri ke dokter terdakat bila terjadi gejala-gejala penyakit khususnya penyakit yang disebabkan oleh jamur kandidiasis pada mulut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar